Segenap Redaksi Jafek Mengundang teman-teman alumi FE UNS untuk menjadi kontributor Jafek online, dengan cara mengirimkan alamat email ke jafekuns@gmail.com, atau mengisikannya ;ewat kolom comment di blog ini....Salam Sukses

Tuesday, April 22, 2008

A Time to Kill


Pernah nonton film "A Time to Kill?", film yang dibintangi Sandra Bullock, Samuel E. Jackson dan dirilis tahun 1996. Ceritanya tentang perjuangan seorang ayah yang nekat membunuh pemerkosa anaknya yang masih berumur 10 tahun. Film ini sarat dengan muatan rasisme, keadilan dan trauma korban anak yang disiksa dan diperkosa secara biadab oleh beberapa pelakunya.

Nggak nyangka, kejadian seperti film tersebut saya alami. Pada 20 april 2008, saya dihubungi Mas Rozy, beliau ini aktivis kemanusiaan dari yayasan Tikar. Telpon sore itu bunyinya singkat :

" Bisa ketemu? Lagi di Jogja? Saya punya kasus perkosaan balita yang dilakukan 7 pelaku. Salah satu pelaku adalah orang dewasa berumur 30 tahun!"

"Hah? oke mas, kita ketemuan. Kapan?"

"Nanti malam saya jemput, kita diskusikan bersama!"

Klik, telepon dimatikan, darah saya berdesir. Balita diperkosa? 7 orang? di Jogja? Singkat cerita
, kami bertemu malam itu, bersama mas Yusron, Rozy, saya dan seseorang dari Jakarta yang kebetulan kami mintai tolong untuk bertindak. Cerita detail yang disampaikan Rozy adalah sebagai berikut :

Nama korban adalah Ravina (nama saya samarkan), umur 5 tahun, gadis kecil yang hidup bersama ibunya di wilayah Wonosari Gunung Kidul. Ayahnya jarang pulang, seumur hidupnya, ia hanya pernah melihat raut wajah ayahnya 3 kali. Entah apa yang membuat laki-laki tersebut jarang pulang mengunjungi keluarganya. Ibunya seorang pembantu, agak kurang pendengarannya dan tingkat intelektualitas yang di bawah rata-rata.

Ravina tumbuh sebagai balita yang tidak diawasi terus menerus oleh ibunya yang disibukkan dengan pekerjaannya sebagai pembantu. Sampai suatu saat, di tahun 2006, peristiwa memilukan itu terjadi, Ravina yang kala itu berusia 3 tahun, mengalami perkosaan pertama yang dilakukan oleh seorang pelaku berumur 30 tahun, kita sebut saja nama pelaku itu si Bendol.

Sang ibu hanya terdiam, dia tidak berani cerita kemana-mana ketika ia mengetahui anak balitanya mengeluh sakit pada alat kelaminnya. Tetapi celakanya, ini awal perkosaan-perkosaan berikutnya yang malah melibatkan pelaku-pelaku lain yang berumur antara 10-12 tahun.

Bagaimana cara bocah-bocah tersebut memperkosa Ravina? Ternyata, Si Bendol, pelaku dewasa berkali-kali melakukan pemerkosaan dan diintip oleh 6 bocah usia SD tersebut. Perbuatan tersebut memicu 6 bocah yang terangsang akibat menonton pemerkosaan yang dilakukan Bendol. Ditengarai pula, 6 bocah ini sering menonton film porno di rumahnya masing-masing.

Nasib malang menimpa Ravina, hingga usia 5 tahun, ia menjadi bulan-bulanan pemerkosaan oleh Bendol dan 6 bocah yang ikut serta menyiksanya. Bukan hanya diperkosa, kerap, Ravina disiksa habis-habisan dengan menusukkan potongan kayu ke dalam (maaf) vaginanya.

Kasus ini akhirnya terungkap setelah sang majikan tempat ibu ravina bekerja melihat keanehan dan pendarahan hebat yang dialami Ravina. Ia segera mengobati Ravina dan melaporkan kejadian ini ke Polres Gunung Kiduli. Ravina dalam keadaan depresi dan stress, balita ini kadang menampakkan perilaku yang aneh, sering berlaku seolah-olah sedang disiksa atau diperkosa.

Celakanya, kasus Ravina malah seperti didiamkan. Sudah 6 bulan sejak pelaporan berlangsung, para pelaku tidak ditangkap atau diadili. Bahkan keluarga Ravina, sang korban, mendapatkan teror intimidasi dari para orang tua pelaku. Mereka mengancam akan mengusir Ravina dari kampung dengan alasan pencemaran nama baik.

Tanggal 21 April 2008, tepat hari kartini, saya bersama teman-teman menuju Polres Gunung Kidul. Kami ingin meminta penjelasan Kapolres dan bertemu dengan Ravina dan keluarganya.
Teman, saya nggak bisa menahan airmata ini, saya bertemu dengan Ravina, gadis kecil 5 tahun yang tampak polos, cantik, tetapi sejuta rasa sakit dan kepedihan tidak bisa ia sembunyikan. Ia tampak malu-malu dan takut ketika diajak bicara. 5 tahun! Biadab sekali mereka yang telah membuatnya bertahun-tahun menderita!

Pertemuan hari itu tidak membuahkan hasil, kami nggak bisa ketemu Kapolres dan nggak ada keputusan dari polisi apakah kasus ini akan diteruskan atau tidak. Kami mendengar desas-desus, bahwa para pelakunya sedang menghapuskan berbagai macam barang bukti dan melakukan negosiasi ini-itu untuk menutup kasus ini.

Saya kesal sekali dengan kelambatan birokratis seperti ini. Apa-apaan ini semua? Sistem hukum tidak berjalan, Ravina yang sudah jelas menjadi korban malah terancam jiwanya. Ibu Bambang, majikan tempat ibu Ravina bekerja tiba-tiba mendekati saya sambil menggandeng Ravina dan berkata :

"Tolong mas, saya sekuat tenaga melindungi Ravina, tetapi saya mendapatkan berbagai macam ancaman, termasuk SMS yang terang-terangan hendak mengusir saya apabila tetap melindungi Ravina."

Saya tersentak, saya pandangi wajah ibu Bambang dan Ravina bergantian, duh Gusti,
ini nggak bisa didiamkan. Saya segera hubungi teman-teman di kementrian negara pemberdayaan perempuan, saya rasa, saya harus minta bantuan dari pusat, karena sistem hukum mandek ditingkat aparat lokal. Paling tidak, akhirnya saya mendapatkan sebuah pesan dari ibu Sofinas, salah seorang Asdep di KPP untuk tetap mendampingi Ravina, dan KPP berjanji untuk membantu kami.

Saya segera kabarkan pesan tersebut kepada teman-teman yang masih berdebat di ruang kantor Polres. Kita segera memutuskan untuk menarik mundur dan membawa Ravina dan keluarganya ke tempat yang lebih aman, sembari menyelesaikan kasusnya.

Jalan masih panjang dan berliku, Ravina tampak tersenyum kecil ketika rombongan kami pamit mundur meninggalkannya sambil berjanji untuk tetap menyelesaikan kasus ini dan menyelamatkan hari depannya. Tuhan, tolong dengan doa kami.

Kami tidak akan berhenti,

Sony Set, Rozy, Yusron Jogjakarta.
catatan : Ravina saat ini telah kami ungsikan ke sebuah pesantren di daerah Wonosari di bawah pengasuhan Kyai Harun. Saat ini kami sedang menggalang dukungan dari media press dan kementrian Pemberdayaan perempuan untuk bersama-sama membongkar kasus dan menyelamatkan Ravina. Semoga.

Read More.. Read More..

[+/-] Selengkapnya...

Saturday, April 5, 2008

Meutia Hatta, Menteri KPP : "Jangan Bugil di Depan Kamera!"


Suara Merdeka, 5/4/08

"Program Jangan Bugil"

Maraknya kasus trafficking (perdagangan perempuan) dan kekerasan terhadap perempuan dewasa ini membuat Menneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta prihatin. Putri Proklamator RI, Bung Hatta itu, menilai kasus-kasus sepeti itu terjadi karena banyak faktor.

"Antara lain miskion interprestasi pengajaran agama, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat dan kelaparan," katanya.

Guna menangkal terjadinya kekerasan terhadap perempuan, pihaknya kini gencar menyosialisasikan gerakan anti trafficking yang sekarang sudah ada UU dan PP-nya. Salah satunya dengan meluncurkan program "Jangan Bugil di Depan Kamera" bekerja sama dengan kantor Menneg Lingkungan Hidup dan kalangan LSM Perempuan.

"Kami mengharapkan Departemen Agama lebih gencar menyosialisasikan dan mengamankan nilai-nilai kehormatan kesusilaan dengan cara-cara yang lebih memasyarakatkan. Untuk mengadopsinya, kami mengadakan program 'Jangan Bugil di Depan Kamera'", jelas istri tokoh koperasi Prof. Dr. Sri-Edi Swasono itu.

Meutia berharap program tersebut bisa mencapai daerah-daerah yang dibidik seperti Indramayu, Jawa Timur, Sulawesi, NTT, NTB, Lampung, Kalbar, Sulut dan Riau. (Fauzan D)

Meutia Hatta Garap Film ‘Jangan Bugil’
By admin on Apr 4, 2008 in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM

Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta terus berpacu memerangi aksi perdagangan (trafficking) perempuan. Berbagai media ia tempuh, termasuk melalui karya sinema.

“Saya akan mengeluarkan program baru melalui film berjudul ‘Jangan Bugil di Depan Kamera’,” ujar Meutia Hatta, di sela-sela acara seminar perempuan, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2008).

Melalui film itu, putri proklamator ini akan mengkampanyekan nilai-nilai kehormatan, kesusilaan dan tata cara perempuan Indonesia di masyarakat. Mengenai, bagaimana perempuan Indonesia harus bersikap.

“Ini bagian dari perjuangan kami. Perempuan sekarang beda dengan perempuan zaman dulu, karena pengalaman dari orang tua dalam mengajarkan nasehat kepada anak perempuannya berbeda,” tutur Meutia. (sjn)

Meuthia: Jangan Bugil Depan Kamera!
WINDI WIDIA NINGSIH
Meuthia Hatta
(iPhA/Abdul Rauf)

INILAH.COM, Jakarta - Menneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta gencar menyosialisasikan gerakan anti trafiking. Salah satunya dengan program 'jangan bugil di depan kamera'. Dia berharap kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan bisa ditekan.

Maraknya kasus trafiking dan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Indonesia, kata dia, dilatarbelakangi kuatnya norma dan budaya tradisi sebagai refleksi atas dominannya nilai-nilai partiarki di banyak masyakarat dunia, misinterpretasi pengajaran agama, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, kelaparan dan lain-lain.

Karena itu, upaya menepis kekerasan terhadap kaum perempuan merupakan bagian dari perjuangan wanita terhadap trafiking yang sudah ada UU-nya dan PP-nya.

"Kami bekerjasama dengan LSM, peranan perempuan dan lingkungan hidup supaya membuka wawasan. Oleh karena itu, kami mengharapkan Departemen Agama lebih gencar menyosialisasikan dan mengamankan nilai-nilai kehormatam kesusilaan dengan cara-cara yang lebih bersifat memasyarakatkan. Untuk mengadopsinya kami mengadakan program jangan bugil di depan kamera," beber Meuthia.

Untuk target pencapaiannya, daerah yang dibidik adalah Indramayu, Jawa Timur, Sulawesi, NTT, NTB, Lampung, Kalimantan Barat, Sulut dan Riau.

Meuthia juga menyerukan agar anggota International Council of Woman untuk dapat secara nyata mengarahkan dana pada isu-isu tersebut.[L5]

Read More.. Read More..

[+/-] Selengkapnya...

Thursday, April 3, 2008

Wawasan 24 Maret 2008 - Pornografi Jogjakarta!


Senin, 24 Maret 2008
Pengakses situs porno di Yogya tertinggi


YOGYA
- Pelajar dari berbagai SMP/SMA di Yogya mendeklarasikan gerakan menolak pornografi dan pornoaksi. Mereka bertekad untuk bersama-sama mengurangi penyebaran hal-hal yang berbau porno di internet. Mereka juga menolak beredarnya VCD/DVD porno. Deklarasi disampaikan di sela acara "Gaul Abis Tanpa Error" yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM, Sabtu (22/3) dihadiri perwakilan pelajar dari berbagai sekolah tingkat SMP dan SLTA di wilayah DIY.

"Saatnya remaja mengembangkan potensi diri. Memiliki hawa nafsu itu fitrah. Melalui pendidikan sudah saatnya tak perlu tonton hal-hal yang berbau porno, " kata Nur Azzizah, Direktur Gerakan Anti Pornografi dan Pornoaksi (Grappayak) di Yogya.

"Saya punya harapan, potensi pelajar Yogya menciptakan gerakan bersama. Bisa jadi muncul geng positif. Ada kegiatan komunitas pelajar yang mampu redam efek negatif pornografi," kata Nur Azizah.

Prihatin

Koordinator Jangan Bugil di Depan Kamera, Sony Setiawan yang hadir sebagai pembicara menyatakan prihatin soal tingginya pengakses situs porno melalui internet di Yogya. Bahkan data yang dimiliki menunjukkan, Yogya menjadi kota peringkat pertama dengan hits tertinggi di dunia.

"Bayangkan dibandingkan kota lain, seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Macao bahkan Manila (Filipina) hingga Hanoi di Vietnam, Yogya tertinggi," katanya.

Sebagai perbandingan, Sony menunjuk Singapura yang mempunyai niat kuat mampu menurunkan tingkat kunjungan ke situs tertentu untuk pornografi menjadi nomor ke-10. Jauh di bawah Yogya dan kota lain di Indonesia. "Mereka saja bisa, saya yakin Yogya mampu untuk itu. Butuh kesadaran bersama untuk mengkampanyekan di kalangan muda, " katanya. K-16/ad

data statistik kota Jogja dapat di klik di sini!

Read More.. Read More..

[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, March 26, 2008

JBDK 24 Hours, 7 days in a week, anytime, anything!


Ah, senang banget akhirnya bisa mengisi blog ini lagi, setelah seminggu lebih didera pekerjaan yang beraattttttttttt banget dan nggak selesai-selesai. Saya baru saja pulang ke Jogja pagi ini, tiba-tiba dapat telepon dari seorang Reporter dari SCTV. Sang reporter tersebut meminta saya membantunya membuat liputan khusus untuk acara SIGI 30 menit, tentang : Situs Porno!

Walaahhhhhhh.....saya surprise sekaligus harus menarik napas panjang banget. Ternyata tulisan saya tentang Miyabi Effect terbaca olehnya dan dijadikan sebuah ide untuk membuat tayangan yang membongkar habis soal situs-situs porno produksi dalam negeri! Saya bilang ke mas reporter tersebut, bahwa tanggal 2 April 2008, minggu depan, saya harus ngebantuin teman-teman dari Reportase Investigasi Trans TV yang bakal bikin liputan soal pornografi juga di beberapa kota di pulau Jawa. Nah ini dia, 2 pekerjaan datang sekaligus yang bikin saya megap-megap....hehehehe...

Pekerjaan lain yang lebih membuat saya kehabisan nafas :), antara lain, pada hari kamis 27 Maret 2008, saya harus hadir jadi pembicara utama bedah buku saya yang berjudul "500+ Gelombang Video Porno" di Universitas Soegijopranoto Semarang. Itu belum seberapa, Jumat, 28 Maret 2008, saya harus hadir di Universitas Islam Negeri (UIN) di Jakarta dari jam 9-15.00. Dan sejam setelah itu, jam 16.00 saya harus ada di Kantor Kementrian Pemberdayaan Perempuan, kebetulan saya diminta bikin rencana kegiatan menyambut 100 tahun kebangkitan nasional.


O iya, kemarin pas tanggal 25 Maret 2008, saya dan teman-teman dari SBM (School for Broadcast Media) dan Lisa dari Majalah Kawanku (media partner JBDK), diundang jadi pembicara di talkshow "For Youth Info" punyanya OChannel TV Jakarta. Presenternya si Bona, mantan Indonesian Idol. Wah, seru banget tuh talkshownya, dibuat nggak live, jadi baru bisa ditayangkan besok-besok dah. Nah, buat rekan-rekan JBDKners yang tinggal di Jakarta, jangan lupa nonton acara ini edisi "FYI OchannelTV : Kampanye Jangan Bugil di Depan Kamera!"

Sebelum ke OChannel TV, paginya saya diwawancarai TRI JAYA FM, seputar rencana MENKOMINFO yang akan melakukan sistem blokir terhadap situs-situs porno di Indonesia. Sehari sebelumnya, saya sempat diwawancara via telephone, bareng pak Mentri Menkominfo Muhammad Nuh dalam pokok bahasan yang sama. Saya cuma berpendapat, bahwa JBDK mendukung rencana Menkominfo menjalankan rencana tersebut. Tapi kita kepingin banget dapat informasi teknis, bagaimana cara Menkominfo menjalankan sistem blokir, apakah melibatkan lembaga lain? Menggunakan software dan hardware apa? Dan yang paling penting, bagaimana kesiapan perangkat dan sistem yang akan dijalankan.

Ah, panjang banget kalau mau cerita kegiatan 1 hari kemarin, padahal ada beberapa agenda besar yang harus kita jalankan secara paralel, termasuk berkolaborasi dengan Persatuan Orang tua Murid dan Guru bersama yayasan Tarakanita, bahwa JBDK akan bergerak bersama mereka menyebarkan pesan "Jangan Bugil di Depan Kamera!" dan kewaspadaan terhadap Dating Violence kepada para siswa pelajar yang nota bene anak muda.

Hampir 1 tahun semenjak JBDK didirikan, 11 April 2007 adalah sejarah, saat kaki ini mencoba melangkah dan tangan ini mencoba untuk menulis. Terimakasih kepada semua yang telah membuat JBDK menjadi berarti, paling tidak hingga hari ini.

Perjuangan masih panjang, siapkan napas dan tenaga. Salam "Jangan Bugil di Depan Kamera!"

Sony Set.
Aktivis JBDK 24 Hours, 7 days in a week
Full Time JBDK is not an option, it's a must!
http://tvlab.blogspot.com

Read More.. Read More..

[+/-] Selengkapnya...

Friday, March 21, 2008

Miyabi Effect!

Who's been Googling Maria Ozawa?
Top Hits Viewers based on their cities/locations

MIYABI EFFECT!”


Google Trends show the volume of search in Google for Japanese actress "Maria Ozawa" - famous Porn Star in Asia. Since October 2005 (first video) when she starts to appear the number of search has been increasing dramatically, having a peak in June- August 2006.


She is undoubtedly one of the most googled Japanese actress, surpassing previous J-queen Akira Fubuki. From trends by countries, countries in South-East Asia dominates, and Indonesian is her largest fans. Canada, her former hometown only at the 10th position.


Googling for Miyabi/ Maria Ozawa gives similar results, but earlier rise (August 2005) with a peak in July 2006. Unexplainable peak??

No surprise Fact awarded to : Indonesia Miyabi “Die Hard” Fans!


Based on cities, she is the mosts searched in East Java, Indonesia (Yogyakarta & Surabaya)



First Rank is Yogyakarta !


Congrats! Yogyakarta is undoubtly a legitimate city for Miyabi ‘die hard’ fans! Whatever you say, we are bathing in septic tank together! Merdeka!!!!! (sick!)



data diambil dari : http://miyabi.oz.googlepages.com/

Read More.. Read More..

[+/-] Selengkapnya...

Thursday, March 20, 2008

JBDK di Trans TV dan Trans7



Kemarin pada tanggal 13 dan 15 maret 2008, saya diwawancarai INSERT Transtv dan Program Selebritis Gossip? Trans 7. Mereka minta pendapat saya dari sisi gerakan Jangan Bugil di depan Kamera. Saya terimakasih banget atas kedatangan teman2 reporter yang akhirnya menjadikan JBDK sebagai wacana untuk menyikapi masalah pornografi dengan lebih kreatif dan cerdas.

Saya bilang ke mereka, bahwa, mulai sekarang, para artis sebaiknya harus sadar terhadap penampilan dan sosok sebagai pesohor yang notabene sebagai public figure. Mereka nggak boleh sembarangan berbusana atau mengumbar kemolekan tubuhnya. Karena seperti ilmu komunikasi media massa, bahwa apa yang ditampilkan lewat media, televisi khususnya, akan menciptakan efek replicating, peniruan, yang dilakukan para penonton, pemirsa televisi. Jadi?

yah, mari mulai sekarang, kita saling mengingatkan, jangan bugil di depan kamera!

Gila aja kalau nekat!

Salam,

Sony Set

Read More.. Read More..

[+/-] Selengkapnya...

From Padang with Love - Seminar Nasional JBDK



From Padang with Love

Ini laporan perjalanan merangkai keping, merajut benang persahabatan bagi para penggerak kampanye “Jangan Bugil di Depan Kamera!”. Suatu keajaiban dan kehendak dari Sang Maha Kuasa, saat kami berdua datang ke kota Padang, dalam rangka memenuhi undangan seminar nasional “Hitam Putih Budaya Indonesia – Wahai Anak Muda Indonesia, Jangan Bugil di Depan Kamera!” yang diselenggarakan UKK Universitas Negeri Padang, Sabtu, 15 Maret 2008. Saya dan mas Ananto mendarat di bandara udara Padang tepat jam 8 pagi. Naik penerbangan Garuda paling fajar dari Jakarta.

Kota yang indah, begitu pendapat kami berdua, pemandangan gunung dan bukit terpampang di halaman Bandara. Beda banget dengan situasi bandara Soekarno Hatta, yang hanya dipenuhi dengan gambaran gersang dan calo-calo bersliweran di sana-sini. Kami dijemput panitia UNP jam 9 pagi dan langsung menuju tempat seminar di auditorium rektorat UNP. Waduh, kami nggak sempat mandi pagi nih, padahal, mandi terakhir kami lakukan pada jam 1 malam sebelum berangkat dari Jakarta.




Dengan sedikit nekat, kami bersilaturahmi dengan Rektor UNP yang ternyata kocak dan open mind banget. Hehehehee…sempat-sempatnya tuh si bapak rector menawari kami mandi di ruang kerja beliau. Tentu saja, kami menolak dan beralasan kalau badan kami ini masih segar dan wangi….bohong banget dah!

Saya memutuskan ikut seminar dari awal. Jam 10 pagi, seminar tersebut dibuka dengan sesi pertama diisi oleh pembicara dari MUI, Kepolisian Daerah dan wakil dari Pemerintah Daerah. Pesertanya sekitar 300 orang, terdiri dari kalangan mahasiswa, guru, dosen, wakil pemerintah dan elemen masyarakat. Hawa seminar ini dirancang dengan pendekatan perda dan keagamaan (islam). Kota Padang terkenal dengan semboyan : Adat Basandi Syara, Syara basandi Agama. Mungkin gambaran sederhananya, kota ini dijalankan dengan menggabungkan adat budaya dan agama sebagai landasan menjalankan segala aspek kehidupan. Nah, ini dia! Saya dan Mas Ananto harus berpikir keras bagaimana mengenalkan gerakan JBDK kepada masyarakat kota Padang. JBDK dirancang dan dibuat sebagai sebuah gerakan dengan paradigma nasional. Kita berharap banget, JBDK bisa dijadikan gerakan bersama, layaknya gerakan Sumpah Pemuda 1928 yang bisa dilakukan dan dimiliki oleh siapapun, tanpa harus membentuk LSM ini-itu untuk menjalankannya. Siapapun bisa bergabung dan mendirikan gerakan JBDK dimanapun juga. Dengan menggunakan visi, bahwa kita masih bisa berbuat untuk Indonesia dan berjuang seumur hidup melawan kegilaan pornografi.

Sebagai gerakan yang baru akan berulang tahun pertama pada tanggal 11 april 08, JBDK telah mencoba memberikan wacana baru menyikapi kegilaan pornografi dengan lebih cerdas dan kreatif. Gerakan ini tidak dirancang secara emosional, tetapi dibuat dengan mengedepankan logika. Pornografi tidak bisa dilawan hanya dengan teriak-teriak di jalan. Kita harus melawannya dengan menggunakan system yang terintegrasi. Pendekatan praktis, media massa dan teknologi informasi adalah alat perjuangan JBDK di dalam menyebarkan pesan ke setiap orang.

Kembali ke seminar UKK UNP, akhirnya saya kebagian sebagai pembicara di sesi 2 yang dimulai jam 13.00 bersama dengan H.Mahyeldi, wakil Ketua DPRD Padang. Saya lebih banyak mengupas gerakan JBDK dan buku “500+ Gelombang Video Porno Indonesia”. Sedangkan Pak Mahyeldi lebih mengupas di persoalan pendidikan dan pornografi. Sesi ini berjalan sangat seru, apalagi setelah saya sengaja membagikan fotokopi RUU Pornografi untuk dikupas dan dibaca secara logika.

Dan ini yang menarik, ternyata kita menemukan kelemahan dan pasal absurd di RUU Pornografi yang dibuat PANSUS RUU Pornografi DPR. Maka terbukalah mata logika para hadirin, ketika mereka menyadari, bahwa RUU Pornografi yang selama ini diharapkan menjadi tameng terhadap bahaya pornografi justru menjadi RUU yang sangat berbahaya bila diaplikasikan di negeri ini.

Tanggapan dan rasa kaget muncul dari benak para peserta seminar. Saya sendiri cukup surprise dengan reaksi mereka, toh menurut saya, kita harus mengedepankan logika dalam bertindak, bukan sekedar fanatisme buta. Seminar berjalan semakin panas dan seru, tetapi saat-saat keharuan itu hadir ketika saya harus menceritakan sejarah berdirinya JBDK yang dimulai dalam suasana keprihatinan setahun yang lalu.

Ah, saya nggak mau cengeng kalau harus menengok masa lalu. Lalu acara dilanjutkan dengan deklarasi gerakan JBDK Sumatera Barat. Hah? Saya nggak menyangka, rekan-rekan Mahasiswa UNP sengaja menyiapkan 300 pin JBDK dan prosesi deklarasi JBDK di seminar ini. Sungguh sebuah kebanggaan, tatkala kita bersama mengangkat janji JBDK bersama untuk melawan kegilaan pornografi. Sungguh, ini kejutan untuk JBDK. Selamat datang wahai kawan-kawan seperjuangan!

Dan seminar itu ditutup dengan sebuah rencana bersama untuk tetap bergerak dan mengumumkan hasilnya 10 tahun lagi. JBDK telah lahir di pulau Sumatera, pada episenter kota Padang, dalam hati rekan-rekan Mahasiswa UNP, para hadirin seminar dan siapa saja yang menjadi saksi peristiwa itu.

Hari ini, 15 maret 2008, sebuah ikrar persaudaraan terjadi. Antara Jawa dan Sumatera bersatu dalam satu wacana JBDK. Karena kita harus mati dengan bangga sebagai manusia, yang berjuang melawan kegilaan pornografi yang menghancurkan negeri ini, demi masa depan kita dan Indonesia yang lebih baik.

Amin

Sony Set
Aktivis JBDK
http://TvLab.Blogspot.com
0818 936 046

Read More.. Read More..

[+/-] Selengkapnya...

Saturday, March 8, 2008

Seminar Nasional "JBDK" - Padang Sumbar 15 Maret 2008


Nuwun sewu, sekedar numpang woro-woro kegiatan JBDK di Kota Padang Sumbar pada 15 Maret 2008. Salam JBDK, salam hormat untuk para senior.


Read More.. Read More..

[+/-] Selengkapnya...

JBDK dan Majalah HAI - Edisi awal Maret 2008

SEX.NET & 3GP VIDEO !


Akhirnya setelah ditunggu-tunggu, edisi majalah HAI bertajuk "SEX.NET dan 3GP Video! " beredar awal maret 2008. Ini edisi spesial yang hanya muncul setahun sekali dan khusus membahas soal SEX dan remaja. Nah, di edisi khusus ini, gerakan "jangan bugil di depan kamera!" dihubungi jauh hari untuk ikut serta meramaikan wacana Bugil di Depan Kamera yang meledak di tahun 2005-2008 ini. Wah, sebuah tawaran kerja sama yang sangat membuat kami di gerakan JBDK tetap semangat, mulai dari sekedar wawancara, diskusi bareng sampai soal liputan investigasi CHIKA "the most wanted 3GP stuff all over IP!", JBDK ikut serta dan berembuk bareng.


Bukan sekedar mencari sensasi atau meramaikan kegilaan video porno instan di negeri ini, melainkan sebuah pembuktian, sebuah majalah remaja yang udah 30 tahun konsisten memotret fenomena remaja membuka diri untuk gerakan JBDK yang baru mau berulang tahun ke 1 di 11 april 2008 mendatang. Kita mencoba menyatukan visi, bahwa, kita bisa bergerak bersama membuat anak muda dan remaja negeri ini, sadar akan kegilaan yang udah terjadi


Bener banget yang diucapkan Dani Satrio, redaktur majalah HAI dan Ayu sang Reporter soal fenomena kegilaan anak muda Indonesia yang demen bugil di depan kamera, di suatu diskusi awal maret di Kantor mereka, bahwa anak muda Indonesia lagi dipuncak kegilaan. Mungkin lebih tepat di era "Bego Banget!", karena nekat beramai-ramai jadi pembuat film porno massal.

Dani Satrio menambahkan, sebagai majalah remaja yang udah concern 30 tahun bergelut di wacana anak muda, dan satu-satunya majalah khusus anak cowok remaja, HAI menghadapi perkembangan jaman yang bener-bener membuat kita semua terbelalak. Teknologi yang seharusnya membuat kita/anak muda Indonesia menjadi lebih baik, malah menjadi jebakan yang menghancurkan segi-segi moral dan tanggung jawab!


Gila banget dah, apalagi setelah Ayu, sang reporter HAI yang cantik dan ulung dalam memburu berita-berita underground, menceritakan pengalamannya mendekati narasumber korban dan pelaku video porno! Majalah HAI emang gak ada matinya!

Nah, buat anda-anda semua yang ingin mendapatkan berita dan update terbaru dari perilaku kegilaan Anak Muda Indonesia yang gemar membuat Video Porno, silahkan beli majalah HAI edisi SEX awal maret 2008. Dan saksikan Indonesia kita dengan kacamata anak muda, sebuah neraka yang membakar hangat-hangat! Suam-suam kuku menuju kehancuran bersama?

Bergerak! Ucapkan janji "Demi masa depan kita dan Indonesia yang lebih baik, Kami berjanji untuk tidak akan pernah bugil di depan Kamera!"

Salam JBDK

Sony set
http://tvlab.blogspot.com
FE UNS Angkatan 91 - Alumni Asrama UNS Solo
penulis buku "500+ gelombang Video Porno Indonesia"
Ketua gerakan "jangan bugil di depan kamera!"

Read More.. Read More..

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, January 6, 2008

JBDK - Kebangkitan nasional Anak Muda Indonesia!


“JBDK - Wake Up! Anak Muda – Indonesia Butuh Loe!”

“JBDK - Wake Up! Anak Muda – Indonesia Butuh Loe!” adalah program kerja gerakan moral nasional tahun 2008, “Jangan Bugil di Depan Kamera!” di tahun 2008 yang menjadi semboyan menggerakkan minat, partisipasi dan kreatifitas Anak Muda di seluruh Indonesia untuk bersama-sama bangkit membenahi negeri ini.



Dalam koridor gerakan JBDK, membangkitkan semangat Anak Muda dengan cara memberikan penyadaran terhadap berkembangnya teknologi informasi dan antisipasi terhadap penyimpangan penggunaannya. Fokus penyimpangan teknologi informasi pada masalah penyimpangan pornografi dengan ditandai meluasnya jutaan materi pornografi lewat berbagai macam peralatan komunikasi IT terkini seperti Handphone, Gadget, Kamera digital, Flashdisk, media storage CD/DVD/VCD/Games CD, komputer dan internet.

Penyimpangan pornografi meledak ketika harga peralatan komunikasi IT jatuh semakin murah dan ketika berbagai macam player tayangan digital semakin mudah didapatkan dengan harga yang sangat ekonomis. Internet menjadi salah satu alat yang paling dahsyat dan menjadi penyebar utama materi pornografi dari pusat kota hingga pelosok desa.

Tahun 2008, pemerintah melalui DIKNAS dan Kementrian Komunikasi dan Teknologi Informasi mencanangkan membuat jaringan internet hingga pelosok desa. Tersambungnya jaringan internet dari berbagai macam level pendidikan, mulai Universitas hingga Sekolah Dasar. Namun, sosialisasi terhadap masalah penyimpangan penggunaan perangkat teknologi informasi terkini tampak kedodoran. Kasus menyebarnya 500 lebih Video Porno lewat jaringan internet dan handphone , yang dibuat anak muda Indonesia yang nota bene pelajar dan mahasiswa di kurun waktu 2003-2007 menjadi sebuah bukti betapa cerobohnya kita dalam menyikapi teknologi informasi. Selama ini, penanganan kasus pornografi selalu diselesaikan dengan cara-cara hukum dan pasal-pasal kriminal. Beberapa diantaranya menggunakan pendekatan agama yang mengedepankan rasa emosi dan fanatisme berlebihan.

Ada cara ringan dan menarik yang bisa diterima dengan cara menyenangkan dan menggabungkan kreatifitas-kebangsaan di dalam menyikapi fenomena pornografi. Melibatkan anak muda untuk bersama-sama bergerak sadar menghadapi masalah in membutuhkan tools dan perangkat yang sejalan dengan jiwa mereka. Pornografi yang melanda kehidupan anak muda, yang membuat mereka menjadi pecandu materi pornografi dan akhirnya menjadi pelaku pornografi itu sendiri adalah manifesto kreatifitas mereka yang kebablasan!

Artinya, kreatifitas yang kebablasan haruslah dilawan dengan kreatifitas-kebangsaan untuk bisa membuat mereka tersadar dan melawan penyimpangan pornografi itu sendiri.

Kreatifitas Kebangsaan : “Sebuah cara kreatif untuk menyelesaikan berbagai macam masalah dengan menumbuhkembangkan semangat kebangsaan di dalam menjalankan tindakan dan pola pikir. Menjunjung persatuan dan nasionalisme dalam bertindak, mengembangkan pola kreatif yang dapat diaplikasikan dengan semangat kebangsaan tanpa henti.”

Menyadarkan dan Mengikutsertakan Anak Muda Indonesia

Untuk menyadarkan dan mengikutsertakan Anak Muda Indonesia agar peka dan peduli terhadap permasalahan bangsa, adalah dengan cara menyadarkan mereka bahwa anak muda adalah komponen utama negeri ini. Program “Wake Up! Anak Muda, Indonesia Butuh Loe!” adalah cara memanggil jiwa-jiwa nasionalis dengan cara gaul dan terkini. Dengan membuat Anak Muda sadar bahwa mereka dapat berbuat menyelamatkan bangsanya, menjadikan mereka sebagai generasi yang sadar.

Gerakan JBDK merasa perlu mengikutsertakan seluruh anak muda Indonesia untuk peka terhadap masalah penyimpangan pornografi. Targetnya, ada 1.000.000 (satu juta) orang Anak Muda Indonesia yang sadar dan bergerak bersama-sama setiap saat hingga titik darah terakhir bergerak melawan penyimpangan pornografi.

Satu Juta Anak muda Indonesia dapat diperoleh lewat jaringan sekolah dan perguruan tinggi. Mereka disadarkan dengan berbagai macam bekal pelatihan kesadaran teknologi dan peka penyimpangan pornografi dan secara otomatis akan menyebarkan pesan kesadaran terhadap semua orang.

Embrio Gerakan

Embrio gerakan “JBDK - Wake Up! Anak Muda, Indonesia Butuh Loe!” adalah dengan cara menggandeng sekolah-sekolah, ikatan guru dan kepala sekolah, orang tua murid dan media massa untuk menjalankan program sadar teknologi informasi dan penyimpangan pornografi.

Tim JBDK memandang, dengan turun langsung ke sekolah dan mendekati anak muda untuk mengabarkan dan menyebarkan kesadaran ini, adalah cara yang sangat efektif. Melibatkan mereka sebagai penggerak dan agen perubahan adalah cara ampuh menghadapi. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat sosialisasi dengan datang ke sekolah, perguruan tinggi, ikatan guru dan kalangan akademis.

Skedul kegiatannya sosialisasi gerakan adalah sebagai berikut :


15 Januari – 15 Mei 2008

Sosialisasi SMU (target 10 SMU DKI JABOTABEK, 10 SMU di Jogjakarta, 10 SMU di Jawa Tengah)
Sosialisasi, penyadaran, bedah buku, diskusi, pendataan, maping, pencarian solusi bersama masalah penyimpangan pornografi per lokal sekolah. Mencari sukarelawan muda yang mendukung gerakan “JBDK – Wake Up Anak Muda, Indonesia Butuh Loe!”


20 Februari – 15 Mei 2008

Sosialisasi Perguruan Tinggi ( 3 Universitas dan Sekolah Tinggi di Jakarta, 2 Universitas di Jogjakarta, 3 Universitas di Jawa Tengah. Sosialisasi, seminar, diskusi, penyadaran, bedah buku, diskusi, pendataan, maping, pencarian solusi bersama masalah penyimpangan pornografi per lokal /daerah/kampus. Mengembangkan Tools Bersama dari kalangan Akademisi untuk menyikapi masalah penyimpangan pornografi (hardware dan Software)
Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2008 dan Gerakan “JBDK – Wake Up! Indonesia Butuh Loe!”

QUICK COUNT ACTION– Hari Kebangkitan Nasional
Aksi Hapus file Porno Se Indonesia

Sebagai sebuah gerakan nasional yang bertujuan membuat Anak Muda peka dan sadar terhadap bahaya penyimpangan Pornografi, maka gerakan ini perlu diwujudkan dan disimbolkan dalam peringatan hari “Kebangkitan Anak Muda” yang diselenggarakan pada 20 Mei 2008 bersamaan dengan peringatan hari kebangkitan nasional. Kebetulan, pada tanggal tersebut, tepat peringatan 100 tahun kebangkitan nasional.

Hasil dari sosialisasi ke 30 SMU dan 8 Perguruan Tinggi akan dinyatakan menjadi sebuah gerakan nasional dengan simbolisme pernyataan sikap dan tindakan nyata menggerakan 100 relawan anak muda di seluruh Indonesia untuk bersama-sama melawan penyimpangan pornografi.

Tindakan simbolismenya adalah, bersamaan dengan 100 tahun kebangkitan Nasional, Gerakan “JBDK – Wake Up! Indonesia Butuh Loe!” akan mengadakan upacara peringatan dan kegiatan serentak Menghapus File-file Porno yang dilakukan secara bersama oleh 100 sukarelawan di seluruh Indonesia.

Teknisnya, tim JBDK akan mengadakan LIVE ACTION CONFERENCE di beberapa titik pusat kegiatan di Indonesia (Jakarta, Jogja dan Surabaya), bersama-sama mengadakan LIVE QUICK COUNT prose penghapusan file-file porno yang dilakukan 100 sukarelawan Anak Muda dan diliput media massa cetak, internet, radio dan televisi baik secara live maupun taping.

Menghapus File-file Porno dengan LIVE QUICK COUNT

Sederhananya, mengadopsi sistem penghitungan cepat seperti Quick Count Pemilu di Indonesia, Tim JBDK bersama Pihak Sponsor akan menyelenggarakan acara penghitungan jumlah file porno yang dihapus dari berbagai media penyimpanan pada tanggal 20 Mei 2008 di seluruh Indonesia.

Dengan bantuan 100 sukarelawan yang telah mendapatkan pemahaman dan sosialisasi masalah penyimpangan pornografi, mereka serentak akan menyebar ke setiap titik penyebaran materi pornografi seperti Warnet, Server Sekolah, situs pornografi di Internet dan berbagai macam media penyimpanan.

Para Relawan dari berbagai kota, akan melaporkan setiap file dan setiap bytes jumlah yang telah dihapus secara live lewat sistem SMS dan dihitung secara cepat dipusatkan di Jakarta.

Pusat penghitungan, akan dilakukan di Jogjakarta dan Jakarta dan dipantau selama 24 jam penuh lewat Handphone dan Jaringan Internet. Hasil dari Quick Count, akan ditampilkan di situs resmi JBDK. Dengan cara ini, kita banyak berharap, Anak Muda Indonesia melakukan aksi yang nyata dalam memerangi penyimpangan pornografi. Dimulai dengan menghapus materi pornografi, mengajak untuk berpikir jernih dan mengembangkan semangat persatuan di hari peringatan Kebangkitan Nasional.

Cara Pelaksanaan

Para relawan yang telah mendapatkan sosialisasi dan pemahaman terhadap penyimpangan pornografi, akan diajak secara serentak melakukan hal di atas. Dengan menggandeng 1 Provider GSM atau secara mandiri, para relawan dibekali pulsa sebesar Rp. XXX,- untuk melakukan laporan SMS ke pusat QUICK COUNT di kantor Sponsor Jakarta.

kepada semua rekan yang tertarik bersama menjalankan kegiatan ini, silahkan hubungi saya atau akses ke blog http://tvlab.blogspot.com

Sony Set
0818 936 046





Read More.. Read More..

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, December 16, 2007

Kampanye "Jangan Bugil di Depan Kamera!"

Salam,

Rekan, mas dan mbak, para senior saya FE UNS. Terima kasih sudah menerima saya di blog ini, dan kali ini saya mau posting kegiatan saya kampanye "Jangan Bugil di Depan Kamera!" yang Insya Allah akan di adakan di Jogjakarta, SMU De Brito, tanggal 21 Desember 2007.

Matur Sembah Nuwun atas ijinnya. Maturnuwun Mas Tok, sampai bertemu di Semarang..



Rekan, Akhirnya Kampanye Jangan Bugil di Depan Kamera! akan dilaksanakan pertama kali di Sekolah Menengah Umum, setelah berputar ulang kali ke kampus-kampus dan lembaga pemerintah. Saya mencoba mengenalkan kampanye JBDK dan buku "500+Gelombang Video Porno Indonesia!" yang sudah saya tulis.




Sebuah hal yang sangat menggembirakan, ketika kampanye JBDK dilirik kalangan sekolah yang notabene adalah remaja dan pelajar! Sebelumnya, saya sempat merasa ragu, apakah tema kampanye ini diperbolehkan masuk ke sekolah-sekolah umum.

Saya pernah menawarkan Kampanye JBDK ke sebuah SMU terkenal di Jogja, tapi tanggapan mereka malah curiga terhadap program JBDK itu sendiri. Hla? Piye sih? JBDK itu gerakan moral pak, bukan gerakan politik. Kita ini kepingin menyebarkan semangat, bukan cari gara-gara. Susah bener memang kalau mau berbuat baik....hik...!
SMU Kolose DeBrito Jogja, tempat pertama JBDK berlabuh di SMU!

Akhirnya, saya dapat undangan dari SMU Kolose De Brito Jogja, yang akan diselenggarakan pada :

Waktu : 9.00-11.00 , 21 Desember 2007, Jum'at
Lokasi : Perpustakaan SMU Kolose De Brito Jogjakarta

Acaranya : Bedah buku, ngobrol, diskusi dan Kampanye Jangan Bugil di Depan Kamera!

Jadi? Tiada kesan tanpa kehadiran Anda, dan tunggulah berita berikutnya di blog kami.

Salam JBDK

Sony Set.

0818936 046

"Jangan Bugil di Depan Kamera!"
http://tvlab.blogspot.com

Read More.. Read More..

[+/-] Selengkapnya...