Segenap Redaksi Jafek Mengundang teman-teman alumi FE UNS untuk menjadi kontributor Jafek online, dengan cara mengirimkan alamat email ke jafekuns@gmail.com, atau mengisikannya ;ewat kolom comment di blog ini....Salam Sukses

Tuesday, August 14, 2007

Jumat, 17 September 2004

Suatu ketika, Nashruddin lewat di sebuah gang di kota Qauniyyah. Tiba-tiba, dia melihat sebuah rumah besar nan indah. Karena kagum akan kebesaran dan keindahan bangunannya, Nashruddin memandanginya lama sekali. Seorang pelayan berdiri di hadapan Nashruddin dan berkata, ''Mengapa kamu begitu memperhatikan rumah ini?''
Nashruddin menjawab, ''Aku sedang mengagumi bangunan yang besar ini.''
Begitu pembantu itu melihat Nashruddin mengenakan pakaian kusut dan lusuh, dia berkata dengan canda, ''Ini tempat penggilingan tepung.'' Nashruddin lalu menjawab, ''Tentu binatang-binatang yang bekerja di dalamnya juga besar-besar.''

Membuka Mulut Hingga Hampir Robek

Beberapa orang pembual duduk mengobrol di sebuah majlis. Mereka membincangkan cerita-cerita bohong. Nashruddin duduk diam di pojok sambil mendengarkan bualan-bualan mereka.
Menjelang akhir pertemuan, salah seorang di antara mereka menoleh pada Nashruddin dan berkata padanya dengan maksud bergurau. ''Hai, mengapa kamu sedari tadi hanya diam saja dan tidak berbicara?'' Sebenarnya, Nashruddin sudah jenuh berdiam diri cukup lama, lalu berkata, ''Apa yang kau katakan? Sejak tadi aku telah membuka mulutku dan hampir saja robek ...''

Harta Orang Miskin

Nashruddin sedang mengunyah sebuah makanan yang terasa pahit, di sebuah tempat. Lalu, orang-orang mengajaknya makan. Ketika masuk ruang makan, Nashruddin mengeluarkan sepotong makanan itu dari mulutnya dan menempelkannya pada hidungnya. Orang-orang pun bertanya padanya. ''Apa yang sedang Anda lakukan?''
Nashruddin menjawab, ''Harta orang miskin harus tetap kelihatan di hadapan kedua matanya ...''

Pasti akan Diketahui Orang

Suatu malam, Nashruddin tidur di atas atap. Ketika bangun dan hendak turun untuk pindah ke kamar, dia merasa seolah-olah bertengkar dengan istrinya. Tanpa sadar, dia bangun lalu berjalan, karena mengira bahwa dia sedang berada di dalam rumah. Akibatnya, dia jatuh dari atap dan menimpa kepala tetangganya.
Mereka pun bingung lalu mengerumuni Nashruddin seraya bertanya, ''Ada apa ini?''
Nashruddin bangun dan menjawab singkat, ''Barangsiapa bertengkar dengan istrinya di atas atap, dia akan tahu mengapa aku jatuh ke sini.''

Bagaimana Membedakan Wanita dan Pria?

Suatu hari, Nashruddin duduk di sebuah tempat. Tiba-tiba, orang-orang memberi tahu kepadanya bahwa baru saja tiba beberapa wisatawan dari negeri Arab. Mereka lalu bertanya pada Nashruddin. ''Karena cuacanya sangat panas, apakah penduduk negeri itu selalu tidak berpakaian?'' Nashruddin pun menjawab, ''Jika tidak, bagaimana cara membedakan antara pria dan wanitanya?''
Dikutip dari Canda ala Sufi, penerbit Cahaya.

0 Comments:

Post a Comment